Official URL: https://malayanewsroom.com/07/04/2026/seni-layan-b...
Abstract
BAGI kita yang membesar di Malaysia sekitar tahun 1990-an, kesunyian bukanlah sesuatu yang boleh dielakkan, malah ia adalah norma kehidupan yang kita semua alami. Teringat saya dalam helaian komik tempatan pada waktu itu, di antara humor dan penceritaan misteri, terdapat ruang penulisan yang tenang dan refleksi, yang terlalu dekat dengan jiwa ini, iaitu “Layan Blues”.
“Layan Blues” bukan sekadar tentang perasaan sedih dan melankolis. Ia tidak semestinya tentang emosi terganggu. Ia adalah tentang kita berduduk diam, membiarkan fikiran kita melayang dan membiarkan fikiran terungkap secara semula jadi. Ia boleh jadi tentang cinta, penyesalan, cita-cita, dilema kecil kehidupan, konflik hidup dan sebagainya.
Seni “Layan Blues” yang hilang pada zaman gangguan teknologi pintar.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only, you request a copy.
Click to Download (353kB) | Request a copy
| Item Type: | Newspaper |
|---|---|
| Subjects: | 300 Social sciences 300 Social sciences > 306 Culture & institutions 800 Literature |
| Campuses: | Negeri Sembilan Negeri Sembilan > Rembau Campus |
| Divisions: | Faculties > Business Management |
| Newspaper: | Malaya Newsroom |
| Date: | 7 April 2026 |
| Depositing User: | Ain Ezzatul Aishah (Rembau) |
