Abstract
SAUDARA PENGARANG,
KINI, kita telah berada di fasa terakhir dalam bulan penuh barakah yang menuntut umat Islam menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Namun, hakikat sebenar Ramadan bukanlah sekadar menahan nafsu makan dan minum semata-mata sebaliknya ia adalah momentum yang tepat untuk menyucikan hati dan jiwa, bukan hanya sekadar mengosongkan perut.
Ramadan adalah masa yang tepat untuk kita menilai semula keadaan hati, membersihkannya dari sifat-sifat tercela dan menghiasinya dengan akhlak yang mulia.
Ketika menahan lapar dan dahaga, kita sebenarnya sedang melatih diri untuk mengendalikan nafsu dan keinginan yang sering kali menjadi penghalang dalam perjalanan spiritual.
Dengan mengatasi godaan untuk makan dan minum, kita belajar mengawal nafsu demi mencapai ketakwaan yang lebih tinggi.
13472.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Click to Download (139kB) | Request a copy
| Item Type: | Newspaper |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion 300 Social sciences |
| Campuses: | Negeri Sembilan > Kuala Pilah Campus |
| Divisions: | Faculties > Communications & Media Studies |
| Newspaper: | Utusan Malaysia |
| Date: | 6 April 2024 |
| Depositing User: | Norhamizah Isa (Kuala Pilah) |
